Tampilkan postingan dengan label Besengek Soetomo Suka Bolang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Besengek Soetomo Suka Bolang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Februari 2011

BUAT APA PATAH HATI???????

Kalo ngomongin patah hati pasti kita akan berbicara soal kesedihan yang mendalam, nelangsa, menangis berhari-hari, mengurung diri di kamar, rasa tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, merasa terkhianati, sesak di dada, marah kadang dendam, bahkan berimbas pada irrasionalitas dengan mengulang-ulang pertanyaan “mengapa”. Kalo kita patah hati dan mengalami hal tersebut berarti kita mencapai tahap istimewa dalam kehidupan kita, karena gak semua orang bisa mengalami patah hati. Istimewa karena saat itulah potensi kemanusiaan kita muncul dengan segala daya energi dan kekuatannya.. atau dengan kata lain orang patah hati itu muncul kesaktiannya.. karena doa orang teraniaya itu gampang terkabul. Tahap-tahap Patah hati

1. Remuk Redam

“kenapa dia berubah?”.Patah hati karena .cinta bertepuk sebelah tangan, atau putus setelah pacaran 2 tahun, 3 tahun, 7 tahun atau bahkan lebih, pasti membuat kita sangat terpukul. Seperti palu godam yang menghantam dada, hati rasanya tersayat sakit luar biasa , sesak di dada, gemetar, berkunang-kunang lalu pingsan hehehe..gak ding…Intinya patah hati bikin sedih campur marah, menangislah karena semua itu WAJAR. Sangat manusiawi ketika sedih ampe berhari-hari apalagi kalo lagi teringat dulu saat bersama.. nelangsa ketika lewat tempat yang mempunyai kenangan bersamanya.. deg-degan saat lewat warung karena takut ditagih saat kita ngutang waktu kencan dulu..Pokoke patah hati bikin sedih tok, pengen nangis dan ketika itu dialami maka lepaskanlah, menangislah karena setiap orang besar pernah menangis, so ga usah ditahan-tahan, banjirilah ruang-ruang hidupmu dengan keharu-biruan….Bisa sampai seminggu, atau kalo ga di menej dengan benar bisa ampe berbulan-bulan..Tapi jangan sampai kita terlalu larut dalam kesedihan karena patah hati..Lagipula kasihan para sahabat kita dicurhatin terus, padahal hati kecil mereka pasti dah bosen dengan cerita berulang-ulang.

2. Dendam Membara

Ini adalah tahap paling destruktif dalam patah hati. Marah, dendam karena terkhianati, atau ditolak, uring-uringan, BeTe…pokoke emosi jiwa deh..Biasanya muncul pemikiran : “aku ini kurang apa sih?” “apa salahku?..” dasar pengkhianat gak bisa dipercaya..dasar buaya, anjing, kucing, macan, gajah, komodo, anoa dan babirusa hewan langka se-Asia Tenggara disebut semua.. Wajar kok kalo kita marah dan emosi. Siapa sih yang gak marah ketika dikhianati? Janji palsu, gombal..!! Saat inilah ENERGI patah hati kita terkumpul. Rasanya rugi aja kalo kita cenderung menyalahkan diri sendiri trus energi kemarahan disalurkan dengan membanting piring, gelas, HP,..kan sayang belinya repot, sekalian aja banting Tivi Plasma biar bangkrut, atau membanting pintu, klo rusak trus terkunci di kamar gimana dong,…Gara-gara patah hati jadi konyol…Dan fenomena yang menarik adalah kita cenderung sirik kalo liat orang pacaran, rasanya pengen nyambit pake sepatu, kalo ada kucing kawin pengen mbanjur pake aer soale berisik, kalo ke kondangan kawinan makan berlebihan biar yang nikah tombok kehabisan makanan, dan yang paling sering adalah karena patah hati jadi dendam terhadap setiap lawan jenis. Berjanji ga akan percaya lagi ama makhluk yang namanya laki-laki, atau kalo cowok ga bakal lagi setia ama satu cewek, pokoke janji yang gak jelas dan melupakan fitrah bahwa setiap manusia diciptakan Tuhan dalam keadaan UNIK, gak bisa digeneralisir…
Energi kemarahan karena patah hati ini mending buat hal yang positif, minimal tulis aja di buku harian, atau kalo masih marah buat nyangkul aja pasti gak terasa udah sehektar, atau ikutan lomba marathon kalo menang malah dapat duit..kan lumayan..hehehe

3. Empty Space

Setelah marah karena patah hati biasanya kita merasa kosong, sendiri, kesepian, hampa terasa hidupku tanpa dirimu…malam minggu kelabu, mengurung diri, males jalan…sensi kalo ndengerin lagu bertemakan patah hati. Merasa jadi orang yang paling tidak beruntung, mengapa kok aku dikasih cobaan seperti ini,.. jadi ga pede trus jadi pengen mengisi kekososngan dengan ngawur, hura-hura, dugem atau parahnya jadi menurunkan standar calon jodoh bagi kita. Pokoke asal ada yang nembak pasti langsung diembat untuk mengisi kekosongan itu. Waduh jadi gak mutu..asal ada yang ngasih perhatian aja udah diterima…Kok karena patah hati rasanya jadi despert dan seputus asa itu sih..? Trus gimana dong? Masak bertahan jomblo terus..? Lihat sisi positifnya dong..Sendiri itu bebas, ga ada yang nyemburuin, lakukan hal-hal yang biasanya gak bisa kita lakukan saat kita punya pasangan. Waktu kita jadi banyak karena berkurangnya waktu buat pacaran, jadi ayo berkreasi dan produktif. Lagipula kita harus punya harga diri, jangan menghina diri sendiri dengan mencari pasangan untuk pengisi kekosongan karena diri kita sangat berkualitas. Gak percaya diri adalah bentuk penghinaan terhadap Tuhan yang telah menciptakan kita dengan segala kelebihan..Percayalah kalo kita punya banyak kelebihan dibanding orang lain, potensi terpendamnya belum dimaksimalkan sih…Intinya sih jangan berusaha membuat seseorang mencintai kita tapi berusahalah membuat diri kita layak dicintai…Ayo meningkatkan kualitas..!

4. Fight again..!

Nah kalo udah ga patah hati baru nyari pasangan lagi. Tips nya gampang,.. bersosialisasilah…, ikut kursus, datang ke reuni, on line chatting, obok2 facebook dsb. Awalnya pasti males, tapi paksalah diri kita, hingga terjebak di jalan yang benar …,Trus kalo masalah cara memikat pasangan kayaknya gak perlu soale rahasia dan takut disalah gunakan, takut dibaca ama pendekar aliran hitam berwatak jahat..hehehe, So Keep fighting…makasih dah baca, jangan patah hati, rugi, jangan kelamaan sedih… senyum dong.. :)…Jangan lupa kasih komentarnya..
Patah hati itu manusiawi, patah hati itu wajar, Patah hati itu menyenangkan, patah hati itu indah, patah hati itu pengalaman yang berharga, patah hati itu membuat kita belajar banyak, patah hati itu anugerah Tuhan, Patah hati itu ga perlu disesali, Patah hati itu bagian dari hidup, patah hati itu tidak sama dengan putus asa, patah hati itu positif, patah hati itu tidak akan membuat kita jatuh, mungkin malah jatuh cinta..


NB : Semoga catatan kecil yang aku copy dari salah satu blog orang ini bisa, menenangkan dan menguatkan hati orang2 yang lagi patah hati.

LOGO BESENGEK SOETOMO

LOGO BESENGEK SOETOMO

Rabu, 17 November 2010

Laporan Pendahuluan (Askep) Gangguan Proses Pikir : WAHAM


I. Masalah Utama
Gangguan proses pikir : Waham

II. Proses Terjadinya Masalah
  1. Definisi
  • Waham adalah keyakinan tentang suatu pikiran yang kokoh, kuat, tidak sesuai dengan kenyataan, tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang budaya, selalu dikemukakan berulang-ulang dan berlebihan biarpun telah dibuktikan kemustahilannya atau kesalahannya atau tidak benar secara umum. (Tim Keperawatan PSIK FK UNSRI, 2005).
  • Waham adalah keyakinan keliru yang sangat kuat yang tidak dapat dikurangi dengan menggunakan logika (Ann Isaac, 2004)
  • Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya, biarpun dibuktikan kemustahilannya (Maramis,W.F,1995)
  • Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan tidak dapat dibuktikan dalam kenyataan (Harold I, 1998).

Kesimpulan:
Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan selalu dikemukakan berulang-ulang.

  1. Etiologi
Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas adalah ketidakmampuan klien menilai dan berespons pada realitas. Klien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. Klien tidak mampu memberi respons secara akurat, sehingga tampak perilaku yang sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.
Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi kognitif dan isi fikir; fungsi persepsi, fungsi emosi, fungsi motorik dan fungsi sosial. Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu. Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal (penampilan hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik.

Proses terjadinya Waham
  1. Individu diancam oleh lingkungan, cemas dan merasa sesuatu yang tidak menyenangkan.
  2. Individu mengingkari ancaman dari persepsi diri atau objek realitas yang menyalahartikan kesan terhadap kejadian
  3. Individu memproyeksikan pikiran, perasaan dan keinginan negative atau tidak dapat diterima menjadi bagian eksternal
  4. Individu memberikan pembenarn atau interpretasi personal tentang realita pada diri sendiri atau orang lain.


  1. Faktor Penyebab Terjadinya Waham
1. Faktor Predisposisi
§ Faktor Biologis
a. Gangguan perkembangan otak, frontal dan temporal
b. Lesi pada korteks frontal, temporal dan limbik
c. Gangguan tumbuh kembang
d. Kembar monozigot, lebih beresiko dari kembar dua telur
§ Faktor Genetik
Gangguan orientasi realita yang ditemukan pada klien dengan skizoprenia
§ Faktor Psikologis
a. Ibu pengasuh yang cemas/over protektif, dingin, tidak sensitif
b. Hubungan dengan ayah tidak dekat/perhatian yang berlebihan
c. Konflik perkawinan
d. Komunikasi “double bind”
§ Sosial budaya
a. Kemiskinan
b. Ketidakharmonisan sosial
c. Stress yang menumpuk
2. Faktor Presipitasi
§ Stressor sosial budaya
Stres dan kecemasan akan meningkat bila terjadi penurunan stabilitas keluarga, perpisahan dengan orang yang paling penting, atau diasingkan dari kelompok.
§ Faktor biokimia
Penelitian tentang pengaruh dopamine, inorefinefrin, lindolomin, zat halusinogen diduga berkaitan dengan orientasi realita
§ Faktor psikologi
Intensitas kecemasan yang ekstrim dan menunjang disertai terbatasnya kemampuan mengatasi masalah memungkinkan berkurangnya orientasi realiata

  1. Jenis-jenis Waham
Menurut Mayer Gross, waham dibagi 2 macam :
a. Waham Primer
Timbul secara tidak logis sama sekali, tanpa penyebab apa-apa dari luar. Misal seseorang merasa istrinya sedang selingkuh sebab ia melihat seekor cicak berjalan dan berhenti dua kali.
b. Waham Sekunder
Biasanya logis kedengarannya, dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk menerangkan gejala-gejala skizofrenia lainnya.

Ada beberapa jenis waham :
§ Waham Kejar
Klien mempunyai keyakinan ada orang atau komplotan yang sedang mengganggunya atau mengatakan bahwa ia sedang ditipu, dimata-matai atau kejelekannya sedang dibicarakan
§ Waham Somatik
Keyakinan tentang (sebagian) tubuhnya yang tidak mungkin benar, umpamanya bahwa ususnya sudah busuk, otaknya sudah cair, ada seekor kuda didalam perutnya.
§ Waham Kebesaran
Klien meyakini bahwa ia mempunyai kekuatan, pendidikan, kepandaian atau kekayaan yang luar biasa, umpamanya ia adalah Ratu Kecantikan, dapat membaca pikiran orang lain, mempunyai puluhan rumah atau mobil.
§ Waham Agama
Keyakinan klien terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan secara berulang-ulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan.
§ Waham Dosa
Keyakinan bahwa ia telah berbuat dosa atau kesalahan yang besar, yang tidak dapat diampuni atau bahwa ia bertanggung jawab atas suatu kejadian yang tidak baik, misalnya kecelakaan keluarga, karena pikirannya yang tidak baik
§ Waham Pengaruh
Yakin bahwa pikirannya, emosi atau perbuatannya diawasi atau dipengaruhi oleh orang lain atau suatu kekuatan yang aneh
§ Waham Curiga
Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusah merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan
§ Waham Nihilistik
Klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia atau meninggal yang dinyatakan secara berulang-ulang dan tidak sesuai dengan kenyataan
§ Delusion of reference
Pikiran yang salah bahwa tingkah laku seseorang ada hubunganya dengan dirinya

  1. Karakteristik atau Kriteria Waham
1. Klien percaya bahwa keyakinannya benar
2. Bersifat egosentris
3. Tidak sesuai dengan rasio atau logika
4. Klien hidup menurut wahamnya

  1. Tanda dan Gejala
1. Kognitif :
§ Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyata
§ Individu sangat percaya pada keyakinannya
§ Sulit berfikir realita
§ Tidak mampu mengambil keputusan
2. Afektif
§ Situasi tidak sesuai dengan kenyataan
§ Afek tumpul
3. Prilaku dan Hubungan Sosial
§ Hipersensitif
§ Hubungan interpersonal dengan orang lain dangkal
§ Depresif
§ Ragu-ragu
§ Mengancam secara verbal
§ Aktifitas tidak tepat
§ Streotif
§ Impulsive
§ Curiga

4. Fisik
§ Higiene kurang
§ Muka pucat
§ Sering menguap
§ BB menurun
§ Nafsu makan berkurang dan sulit tidur

III. Pohon Masalah dan Analisa Data
a. Pohon Masalah
Kerusakan komunikasi verbal


Perubahan isi pikir : waham agama ( Core Problem)


Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah
b. Analisa Data
Data
Masalah
Data Objektif :
§ Klien bicara kacau
§ Binggung
§ Pembicaraan berbelit-belit

Kerusakan komunikasi verbal


Data Subjektif :
§ klien mengatakan hal-hal yang tidak sesuai kenyataan
§ Klien mengatakan berulang kali

Data Objektif :
§ Klien tampak binggung

Perubahan proses pikir : waham

Data Subjektif :
§ Klien merasa malu berinteraksi dengan orang lain
Data Objektif :
§ Ekspresi muka sedih dan murung
Gangguan konsep diri berhubungan dengan harga diri rendah

IV. Masalah Keperawatan
1. Kerusakan komunikasi verbal
2. Perubahan isi pikir: waham kebesaran
3. Gangguan konsep diri

V. Diagnosa Keperawatan
1. Kerusakan Komunikasi verbal b.d waham kebesaran
2. perubahan isi pikir: waham kebesaran b.d HDR

VI. Rencana Tindakan Keperawatan
Kerusakan Komunikasi verbal b.d waham kebesaran
TUM : Klien dapat mengontrol wahamnya sehingga komunikasi verbal dapat berjalan dengan baik
TUK 1 : Klien dapat Membina Hubungan Saling Percaya
Intervensi :
  1. Bina hubungan saling percaya:
§ Salam terapetik, perkenalan diri,
§ Jelaskan tujuan interaksi,
§ Ciptakan lingkungan yang tenang,
§ Buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topic, tempat dan waktu)
  1. Jangan membantah dan mendukung klien
§ Kata-kata perawat menerima keyakinan klien “saya menerima keyakinan anda” disertai ekspresi menerima
§ Kata-kata perawat tidak mendukung disertai ”sukar bagi saya untuk mempercayainya” disertai ekspresi ragu tapi empati
§ Tidak membicarakan isi waham klien
3. Yakinkan klien dalam keadaan aman dan terlindung
§ Anda berada di tempat yang aman, kami akan menerima anda
§ Gunakan keterbukaan dan kejujuran
§ Jangan tinggalkan klien sendirian

TUK 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki
Intervensi :
  1. Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistik
  2. Diskusikan dengan klien tentang kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistik, hati-hati terlibat dengan waham
  3. Tanyakan apa yang bisa dilakukan (kaitkan dengan aktifitas sehari-hari) kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini
  4. Jika klien selalu bicara tentang wahamnya, dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada.
Perawat perlu memperlihatkan bahwa klien penting

TUK 3 : Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi
Intervensi
1. Obsrvasi kebutuhan sehari-hari klien
2. Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik secara di rumah dan di RS (rasa takut, ansietas, marah)
3. Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dengan timbulnya waham
4. Tingkat aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (aktivitas dapat dipilih dan dibuat jadwal bersama dengan klien)
5. Atur situai agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya
TUK 4 : Klien dapat b.d realitas (realitas: diri, orang lain, tempat, waktu)
Intervensi :
1. Berbicara dengan klien dalam konteks realitas
2. Sertakan klien dalam TAK :TAK Orientasi Realita
3. Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien

Perubahan isi pikir: waham kebesaran b.d HDR
TUM : Klien dapat meningkatkan harga dirinya sehingga mampu mengendalikan wahamnya
TUK 1 : Klien dapat Membina Hubungan Saling Percaya
Intervensi :
Bina hubungan saling percaya dengan :
1. Salam terapetik, perkenalan diri,
2. Jelaskan tujuan interaksi,
3. Ciptakan lingkungan yang tenang,
4. Buat kontrak yang jelas pada tiap pertemuan (topic, tempat dan waktu)

TUK 2 : Klien dapat mengenal perasaan yang menyebabkan harga diri rendah (HDR)
Intervensi :
1. Kaji pengetahuan klien tentang HDR
2. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang penyebab HDR
3. Diskusikan dengan klien tentang HDR serta penyebab dan akibat yang mungkin muncul
4. Beri penguatan positif pada kemampuan klien dalam mengungkapkan pendapatnya tentang HDR
5. Bantu klien mengidentifikasi aspek positif tentang perasaannya

TUK 3 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimilikinya
Intervensi :
1. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien
2. Hindarkan pemikiran penilaian negative, utamakan memeberikan pujian realistis

TUK 4 : Klien dapat menerapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya
Intervensi :
1. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai dengan kemampuannya
2. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan kondisi klien
3. Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh dilakukan klien

TUK 5 : Keluarga dapat membantu klien untuk berperilaku adaptif terhadap lingkungan
Intervensi :
1. Diskusikan dengan keluarga tentang bentuk dukungan yang perlu diberikan pada klien dengan HDR
2. Diskusikan dengan keluarga tentang cara merawat dan menghadapi klien dengan HDR

  1. DAFTAR PUSTAKA

    1. Aziz R, dkk. Pedoman asuhan keperawatan jiwa. Semarang: RSJD Dr. Amino Gondoutomo. 2003
    2. Keliat Budi A. Proses keperawatan kesehatan jiwa. Edisi 1. Jakarta: EGC. 1999
    3. Tim Direktorat Keswa. Standart asuhan keperawatan kesehatan jiwa. Edisi 1. Bandung: RSJP.2000
    4. Townsend M.C. Diagnosa keperawatan pada keperawatan psikiatri; pedoman untuk pembuatan rencana keperawatan. Jakarta: EGC. 1998
    5. ŅŅ..Pelatihan asuhan keperawatan pada klien gangguan jiwa. Semarang. 20 ֠22 Novembr 2004. unpublished