"Toro ayo masuk. Anginnya udah semakin kencang, Tor," teriak Bunda sekali lagi. Bunda berhasil membuyarkan lamunanku. "Iya Bunda, Toro masuk," kataku sambil melangkahkan kaki masuk ke rumah. Kutatap wajah tua Bunda, tanpa kusadari Bunda juga menatapku.
"Kenapa kamu Tor, kok ngeliat Bunda kayak gitu," tanya Bunda heran.
"Toro cuma bangga sama Bunda. Toro janji selalu sayang dan jagain Bunda."
"Sudahlah, cepat tidur. Sudah malam," kata Bunda sambil membuka pintu.
"Loh, Bunda mau ke mana?" tanyaku heran.
"Bunda mau mengambil air wudu," jawab Bunda bersahaja.