Minggu, 11 Juli 2010

Jalannya Pertandingan Belanda Vs Spanyol




Spanyol mendominasi di awal pertandingan namun pemain belakang Belanda dapat mengatasinya. Ancaman berbahaya Spanyol lahir dari sebuah tendangan bebas Xavi Hernandez dan disundul Ramos namun dapat diblok Maarten Stekelenburg.

Belanda juga sempat punya peluang di menit ke-7, tapi tendangan Dirk Kuyt masih terlalu lemah sehingga dengan mudah bola diamankan Iker Casillas. Spanyol di kembali menekan namun usaha Ramos dan David Villa belum membuahkan gol.

Di menit ke-17, sebuah tekanan datang dari Belanda lewat tendangan bebas Wesley Sneijder namun Casillas dapat menangkap bola dengan baik. Pertandingan ini berlangsung cukup keras hingga menit ke-29 sudah lima kartu kuning keluar.

Kedua tim masih terus mencoba membangun serangan namun bola masih lebih banyak dikuasai Spanyol. Sedangkan sebuah peluang Spanyol lewat tendengan Pedro masih melebar di samping gawang Stekelenburg.

Di akhir babak pertama, Belanda mengancam lewat tendangan Robben namun masih dapat diblok oleh Casillas. Namun tetap tidak ada gol yang tercipta dari Belanda dan skor masih tetap 0-0 hingga turun minum.

Sementara di babak kedua, Belanda dan Spanyol mencoba menekan. Meski demikian serangan-serangn dari kedua tim tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemain kedua tim sehingga tidak membuahkan hasil.

Pada menit ke-52 sebuah sudah Robben lewat tendangannnya dari luar kotak penalti masih dapat diamankan Casillas. Sedangkan usaha Spanyol lewat tendangan bebas Xavi dari jarak 27 meter masih melenceng dari sasaran.

Pada menit ke-61, sebuah peluang emas dimiliki Belanda. Robben yang sudah berhadapan dengan Casillas, gagal memanfaatkan kesempatan itu sontekannya dapat di blok kaki kiper Spanyol itu dan bola berada di samping gawang.

Namun setelah itu Spanyol beberapa kali melakukan serangan berbahaya. Di mniet ke-68, tendangan dari Jesus Navas gagal dihalau oleh Heitinga. Villa mendapatkan bola dan menendangannya ke arah gawang namun masih dapat dihalau Heitinga.

Spanyol masih terus menghadirkan ancaman setelah tendangan Villa masih dapat diblok Gregory van der Wiel. Sedangkan sundulan Ramos dari hasil sepak pojkk masih berada tipis di atas gawang Belanda.

Pada mniet ke-82, Casillas kembali melakukan penyelamatan dengan mengambil bola dari Robben. Namun hingga akhir babak kedua tetap tidak ada gol tercipta dan kedua tim ini akan melanjutkan laga lewat perpanjangan waktu.

Di perpanjangan waktu 1x15 menit pertama, Spanyol memberikan ancamannya lewat Cecs Fabregas setelah berhadapan dengan Stekelenburg. Sayang sontekannya masih dapat diblok kaki kiper Belanda itu.

Di menit ke-100, Spanyol kembali menyerang lewat Jesus Navas. Tendangan kaki kanannya dari dalam kotak penalti melebar setelah mengenai Van Bronckhorst. Begitu juga dengan usaha Fabregas yang juga masih melebar.

Sementara di 2x15 menit pertahanan Belanda semakin kurang setelah Heitinga dikeluarkan karena mendapat kartu kuning kedua. Ia dianggap telah melakukan pelanggaran kepada Iniesta yang membawa bola mendekati kotak penalti.

Namun, Iniesta akhirnya memastikan kemenangan bagi Spanyol lewat golnya di menit ke-116. Ia yang berada onside, dan Fabregas memberikan operan kepadanya. Satu sontekan kaki kanannya kemudian membuat jala Stekelenburg koyak.

Susunan Pemain:

Belanda: 1-Maarten Stekelenburg; 2-Gregory van der Wiel, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen, 5-Giovanni van Bronckhorst (15-Edson Braafheid 105); 7-Dirk Kuyt (17-Eljero Elia 71), 6-Mark van Bommel, 10-Wesley Sneijder, 8-Nigel de Jong (23-Rafael van der Vaart 99), 11-Arjen Robben; 9-Robin van Persie.

Spanyol: 1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 11-Joan Capdevila; 14-Xabi Alonso (10-Cesc Fabregas 87), 8-Xavi, 6-Andres Iniesta, 16-Sergio Busquets; 18-Pedro (22-Jesus Navas 60), 7-David Villa (9-Fernando Torres 106).

Ramalan Gurita Paul, soal semifinal



VIVAnews - Rakyat Jerman merasa syok setelah gurita 'peramal' bernama Paul memilih Spanyol sebagai pemenang semifinal Piala Dunia, Kamis dinihari nanti. Apakah ramalan ini akan meleset seperti ramalan Paul saat final Piala Eropa 2008?

Paul Gurita mendadak menjadi selebriti internasional setelah ia memilih secara akurat seluruh pemenang pertandingan Piala Dunia di mana Jerman bermain, termasuk ketika Jerman kalah 1-0 dari Serbia.

Total ada lima pertandingan yang diramal Paul – tiga kali pertandingan Jerman di babak penyisihan grup, satu kali pertandingan perdelapan final Jerman, dan satu kali pertandingan perempat final Jerman. Semua ramalan tersebut tepat dan belum pernah ada yang meleset.

Saking terkenalnya Paul, dua saluran televisi nasional Jerman bahkan menyela program reguler mereka hanya untuk meliput aksi ramal-meramal Paul secara langsung. Seruan kekecewaan langsung terlontar di seluruh Jerman setelah Paul mendekati kotak transparan yang di dalamnya terpasang bendera Spanyol, dan menaruh tentakel-tentakelnya di atas kotak tersebut.

“Bukan pertanda bagus,” tulis surat kabar Jerman, Bild, setelah Paul menjatuhkan pilihannya Selasa kemarin di rumahnya, Sea Life di Oberhausen, Jerman.

Juru bicara Sea Life di Oberhausen, Tanja Munzig mengaku sangat terkejut Paul tidak memilih Jerman. “Tapi bukan hanya manusia yang bisa berbuat kesalahan. Binatang juga bisa melakukan kesalahan. Mari berharap Paul kali ini salah,” imbuh Munzig seperti dilansir FourFourTwo.

Masyarakat Jerman yang umumnya jauh dari hal-hal bersifat takhayul, akhir-akhir ini memang tiba-tiba percaya kepada kekuatan ‘supranatural’ yang dimiliki Paul.

Gurita adalah hewan yang dipercaya paling cerdas dari semua invertebrata. Namun kecerdasan Paul kali ini cukup membuat rakyat Jerman kalang-kabut dan was-was.

Rakyat Jerman kemudian berupaya menghibur diri. Mereka berharap Paul melakukan kesalahan seperti yang dilakukannya pada pertandingan Euro 2008. Saat itu, dari lima pertandingan yang dilalui Jerman di Liga Eropa 2008, Paul membuat satu kali kesalahan ramal.

Anehnya, kesalahan itu juga melibatkan Spanyol. Paul ketika itu memilih Jerman sebagai pemenang final Euro 2008. Tapi justru Spanyol yang menang 1-0 atas Jerman.

Itulah satu-satunya kesalahan ramal paul sepanjang turnamen Euro 2008. Kini rakyat Jerman berharap Paul melakukan satu kesalahan yang sama seperti yang diperbuatnya pada final Euro 2008. Bila dulu Paul memilih Jerman, tapi malah Spanyol yang menang. Maka kini mereka berharap hal sebaliknya terjadi.

Dengan memilih Spanyol, bisa saja malah Jerman yang akan menjadi pemenang partai semifinal Piala Dunia. “Mungkin Paul mencoba memberi Spanyol semacam perasaan aman yang palsu,” ujar Munzig menduga-duga.

Apapun itu, aksi meramal Paul memecahkan rekor pengunjung di Sea Life. Ribuan orang mengunjungi Sea Life untuk melihat Paul. Kehadiran jurnalis yang meliput aksi Paul pun menembus rekor.

Senin, 05 Juli 2010

CINTA

kamu cinta terhadap dia. Di hadapan orang yang kita cinta, hati kita akan berdegup kencang.Di hadapan orang yang kita cinta, musim sentiasa berbunga-bunga.Jikalau kita lihat di dalam mata orang yang kita cinta, kita akan kaku.Di depan orang yang kita cinta, kita menjadi malu. Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis di bahumu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama."CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata, "Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."Pada saat orang yang kau CINTAi menyakitimu, kau akan berkata, Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."Pada saat kau CINTA padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...CINTA adalah kau akan menemaninya tak kira bagaimanapun keadaanmu ketika itu.CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.CINTA di tujukan kepada seseorang yg kita selalu ingat dan mimpi.. Tanpanya kita akan rasa sunyi dan kita cintakan sepenuh jiwa dengan hati yg ikhlas kepadanya..

Rabu, 30 Juni 2010

Menghitung Tetesan infus dan IWL

Nah, salah satu keterampilan yang harus anda miliki sebagai seorang perawat adalah kemampuan anda untuk menentukan jumlah tetesan infus dalam tiap menit kepada klien. bagi anda yang sudah mengerti dan memahami berarti nilai tambah buat anda. tapi kalau masih belum paham, bisa anda pelajari kasus dibawah ini.

Contoh kasus

Dokter meresepkan kebutuhan cairan Nacl 0,9 % pada Tn A 1000 ml/12 jam. faktor drops (tetes) 15 tetes/1 ml. berapa tetes per menit cairan tersebut diberikan?

Strategi menjawab kasus

1. Ketahui jumlah cairan yang akan diberikan
2. konversi jam ke menit (1 jam = 60 menit)
3. masukkan kedalam rumus (Jumlah cairan yang dibutuhkan dikali dengan faktor drips, lalu dibagi dengan lamanya pemberian)

Jadi jawabannya adalah (1000 x 15)/(12 x 60) = 15.000/720 = 20.86 dibulatkan jadi 21

Cairan tersebut harus diberikan 21 tetes/menit.


Rumus IWL normal sesuai dgn berat badan dan temperatur suhu tubuh.
misalkan BB 60kg dengan suhu tubuh normal maka IWL adalah BBx10 dibagi 24 dimana 10 adalah konstanta, 24 adalah 1 hari 24 jam
jadi IWL= 60 x 10 dibagi 24 = 25 cc/jam atau 600 cc / 24 jam
Tapi jika terjadi perubahan suhu tubuh menjadi panas maka rumus agak berbeda
jika panas 39 derajat celcius dgn berat badan yang sama maka rumusnya adalah
IWL dgn panas = suhu tubuh panas yg terjadi – suhu normal (37derajat celcius) x 200 dibagi 24 jam
jadi IWLnya adalah (39 – 37) x 200 dibagi 24 = 2 x 200 / 24 = 16.6 cc/ jam kemudian dijumlahkan dengan IWL normal 25 + 16,6 =41,6 atau 42 cc / jam.
jadi jika IWL normal dalam 1 jam keluar 25 cc / jam tapi jika dia ada perubahan peningkatan suhu tubuh maka dicari dulu IWL dgn panas setelah ketemu ditambah dgn IWL normal
Intinya perhitungan IWL dihitung per tiap jam. kalo panas Iwl tiap jamnya juga berbeda2. setelah tiap jamnya sudah ketemu baru dijumlah semuanya sampai 24 jam… baru ketemu IWL perhari. ini hanya beberapa contoh saja. makasih.

Minggu, 20 Juni 2010

Askep Diare Anak ( Asuhan Keperawatan Diare pada Anak )

Definisi

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengan padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat.

Menurut WHO (1980), diare adalah buang air besar encer lebih dari 3 x sehari.

Diare terbagi 2 berdasarkan mula dan lamanya , yaitu diare akut dan kronis (Mansjoer,A.1999,501).

Etiologi Diare

1. Faktor infeksi : Bakteri ( Shigella, Shalmonella, Vibrio kholera), Virus (Enterovirus), parasit (cacing), Kandida (Candida Albicans).

2. Faktor parentral : Infeksi dibagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anak-anak).

3. Faktor malabsorbsi : Karbihidrat, lemak, protein.

4. Faktor makanan : Makanan basi, beracun, terlampau banyak lemak, sayuran dimasak kutang matang.

5. Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas.

Patofisiologi Diare
Mekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah yang pertama gangguan osmotik, akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare.
Kedua akibat rangsangan tertentu (misalnya toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekali air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
Ketiga gangguan motalitas usus, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga timbul diare sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare pula.
Selain itu diare juga dapat terjadi, akibat masuknya mikroorganisme hidup ke dalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung, mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin dan akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.
Sedangkan akibat dari diare akan terjadi beberapa hal sebagai berikut:
1. Kehilangan air (dehidrasi)
Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input), merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare.
2. Gangguan keseimbangan asam basa (metabik asidosis)
Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja. Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun dalam tubuh, terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria/anuria) dan terjadinya pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler.
3. Hipoglikemia
Hipoglikemia terjadi pada 2-3% anak yang menderita diare, lebih sering pada anak yang sebelumnya telah menderita KKP. Hal ini terjadi karena adanya gangguan penyimpanan/penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan absorbsi glukosa.Gejala hipoglikemia akan muncul jika kadar glukosa darah menurun hingga 40 mg% pada bayi dan 50% pada anak-anak.

4. Gangguan gizi
Terjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat, hal ini disebabkan oleh:
- Makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare atau muntah yang bertambah hebat.
- Walaupun susu diteruskan, sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang encer ini diberikan terlalu lama.
- Makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik.
5. Gangguan sirkulasi
Sebagai akibat diare dapat terjadi renjatan (shock) hipovolemik, akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia, asidosis bertambah berat, dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran menurun dan bila tidak segera diatasi klien akan meninggal.

Pengkajian Keperawatan

1. Identitas

Perlu diperhatikan adalah usia. Episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insiden paling tinggi adalah golongan umur 6-11 bulan. Kebanyakan kuman usus merangsang kekebalan terhadap infeksi, hal ini membantu menjelaskan penurunan insiden penyakit pada anak yang lebih besar. Pada umur 2 tahun atau lebih imunitas aktif mulai terbentuk. Kebanyakan kasus karena infeksi usus asimptomatik dan kuman enterik menyebar terutama klien tidak menyadari adanya infeksi. Status ekonomi juga berpengaruh terutama dilihat dari pola makan dan perawatannya .

2. Keluhan Utama

BAB lebih dari 3 x

3. Riwayat Penyakit Sekarang

BAB warna kuning kehijauan, bercamour lendir dan darah atau lendir saja. Konsistensi encer, frekuensi lebih dari 3 kali, waktu pengeluaran : 3-5 hari (diare akut), lebih dari 7 hari ( diare berkepanjangan), lebih dari 14 hari (diare kronis).

4. Riwayat Penyakit Dahulu

Pernah mengalami diare sebelumnya, pemakian antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang (perubahan candida albicans dari saprofit menjadi parasit), alergi makanan, ISPA, ISK, OMA campak.

5. Riwayat Nutrisi

Pada anak usia toddler makanan yang diberikan seperti pada orang dewasa, porsi yang diberikan 3 kali setiap hari dengan tambahan buah dan susu. kekurangan gizi pada anak usia toddler sangat rentan,. Cara pengelolahan makanan yang baik, menjaga kebersihan dan sanitasi makanan, kebiasan cuci tangan,

6. Riwayat Kesehatan Keluarga

Ada salah satu keluarga yang mengalami diare.

7. Riwayat Kesehatan Lingkungan

Penyimpanan makanan pada suhu kamar, kurang menjaga kebersihan, lingkungan tempat tinggal.

8. Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan

a. Pertumbuhan

- Kenaikan BB karena umur 1 -3 tahun berkisar antara 1,5-2,5 kg (rata-rata 2 kg), PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun.

- Kenaikan linkar kepala : 12cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya.

- Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu; geraham pertama dan gigi taring, seluruhnya berjumlah 14 - 16 buah

- Erupsi gigi : geraham perama menusul gigi taring.

b. Perkembangan

- Tahap perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud.

Fase anal :

Pengeluaran tinja menjadi sumber kepuasan libido, meulai menunjukan keakuannya, cinta diri sendiri/ egoistic, mulai kenal dengan tubuhnya, tugas utamanyan adalah latihan kebersihan, perkembangan bicra dan bahasa (meniru dan mengulang kata sederhana, hubungna interpersonal, bermain).

- Tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson.

Autonomy vs Shame and doundt

Perkembangn ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari anak toddler dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh Dario kemam puannya untuk mandiri (tak tergantug). Melalui dorongan orang tua untuk makan, berpakaian, BAB sendiri, jika orang tua terlalu over protektif menuntut harapan yanag terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu seperti juga halnya perasaan tidak mampu yang dapat berkembang pada diri anak.

- Gerakan kasar dan halus, bacara, bahasa dan kecerdasan, bergaul dan mandiri : Umur 2-3 tahun :

1. berdiri dengan satu kaki tampa berpegangan sedikitpun 2 hitungan (GK)

2. Meniru membuat garis lurus (GH)

3. Menyatakan keinginan sedikitnya dengan dua kata (BBK)

4. Melepasa pakaian sendiri (BM)

9. Pemeriksaan Fisik

a. pengukuran panjang badan, berat badan menurun, lingkar lengan mengecil, lingkar kepala, lingkar abdomen membesar,

b. keadaan umum : klien lemah, gelisah, rewel, lesu, kesadaran menurun.

c. Kepala : ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur 1 tahun lebih

d. Mata : cekung, kering, sangat cekung

e. Sistem pencernaan : mukosa mulut kering, distensi abdomen, peristaltic meningkat > 35 x/mnt, nafsu makan menurun, mual muntah, minum normal atau tidak haus, minum lahap dan kelihatan haus, minum sedikit atau kelihatan bisa minum

f. Sistem Pernafasan : dispnea, pernafasan cepat > 40 x/mnt karena asidosis metabolic (kontraksi otot pernafasan)

g. Sistem kardiovaskuler : nadi cepat > 120 x/mnt dan lemah, tensi menurun pada diare sedang .

h. Sistem integumen : warna kulit pucat, turgor menurun > 2 dt, suhu meningkat > 375 derajat celsius, akral hangat, akral dingin (waspada syok), capillary refill time memajang > 2 dt, kemerahan pada daerah perianal.

i. Sistem perkemihan : urin produksi oliguria sampai anuria (200-400 ml/ 24 jam ), frekuensi berkurang dari sebelum sakit.

j. Dampak hospitalisasi : semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa perpisahan, kehilangan waktu bermain, terhadap tindakan invasive respon yang ditunjukan adalah protes, putus asa, dan kemudian menerima.

10. Pemeriksaan Penunjang

1) Laboratorium :

- Feses kultur : Bakteri, virus, parasit, candida
- Serum elektrolit : Hipo natremi, Hipernatremi, hipokalemi
- AGD : asidosis metabolic ( Ph menurun, pO2 meningkat, pcO2 meningkat, HCO3 menurun )
Faal ginjal : UC meningkat (GGA)

2) Radiologi : mungkin ditemukan bronchopneumoni

Penatalaksanaan Diare

Rehidrasi

1. Jenis cairan

1) Cara rehidrasi oral

- Formula lengkap (NaCl, NaHCO3, KCl dan Glukosa) seperti oralit, pedyalit setiap kali diare.

- Formula sederhana ( NaCl dan sukrosa)

2) Cara parenteral

- Cairan I : RL dan NS

- Cairan II : D5 ¼ salin,nabic. KCL

D5 : RL = 4 : 1 + KCL

D5 + 6 cc NaCl 15 % + Nabic (7 mEq/lt) + KCL

- HSD (half strengh darrow) D ½ 2,5 NS cairan khusus pada diare usia > 3 bulan.

2. Jalan pemberian

1) Oral (dehidrasi sedang, anak mau minum, kesadaran baik)

2) Intra gastric ( bila anak tak mau minum,makan, kesadran menurun)

3. Jumlah Cairan ; tergantung pada :

1) Defisit ( derajat dehidrasi)

2) Kehilangan sesaat (concurrent less)

3) Rumatan (maintenance).

4. Jadwal / kecepatan cairan

1) Pada anak usia 1- 5 tahun dengan pemberian 3 gelas bila berat badanya kurang lebih 13 kg : maka pemberianya adalah :

- BB (kg) x 50 cc

- BB (kg) x 10 - 20 = 130 - 260 cc setiap diare = 1 gls.

2) Terapi standar pada anak dengan diare sedang :

+ 50 cc/kg/3 jam atau 5 tetes/kg/mnt

Terapi

1. obat anti sekresi : Asetosal, 25 mg/hari dengan dosis minimal 30 mg

klorpromazine 0,5 - 1 mg / kg BB/hari

2. onat anti spasmotik : Papaverin, opium, loperamide

3. antibiotik : bila penyebab jelas, ada penyakit penyerta

Dietetik

a. Umur > 1 tahun dengan BB>7 kg, makanan padat / makanan cair atau susu

b. Dalam keadaan malbasorbsi berat serta alergi protein susu sapi dapat diberi elemen atau semi elemental formula.

Supportif

Vitamin A 200.000. IU/IM, usia 1 - 5 tahun

Diagnosa Keperawatan Diare

1. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan sekunder terhadap diare.

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang

3. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare

4. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare.

5. Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus.

6. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive

Intervensi Keperawatan

Diagnosa 1: Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare

Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam keseimbangan dan elektrolit dipertahankan secara maksimal

Kriteria hasil :

- Tanda vital dalam batas normal (N: 120-60 x/mnt, S; 36-37,50 c, RR : < 40 x/mnt )

- Turgor elastik , membran mukosa bibir basah, mata tidak cowong, UUB tidak cekung.

- Konsistensi BAB lembek, frekwensi 1 kali perhari

Intervensi :

1) Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit

R/ Penurunan sirkulasi volume cairan menyebabkan kekeringan mukosa dan pemekatan urin. Deteksi dini memungkinkan terapi pergantian cairan segera untuk memperbaiki defisit

2) Pantau intake dan output

R/ Dehidrasi dapat meningkatkan laju filtrasi glomerulus membuat keluaran tak adekuat untuk membersihkan sisa metabolisme.

3) Timbang berat badan setiap hari

R/ Mendeteksi kehilangan cairan , penurunan 1 kg BB sama dengan kehilangan cairan 1 lt

4) Anjurkan keluarga untuk memberi minum banyak pada kien, 2-3 lt/hr

R/ Mengganti cairan dan elektrolit yang hilang secara oral

5) Kolaborasi :

- Pemeriksaan laboratorium serum elektrolit (Na, K,Ca, BUN)

R/ koreksi keseimbang cairan dan elektrolit, BUN untuk mengetahui faal ginjal (kompensasi).

- Cairan parenteral ( IV line ) sesuai dengan umur

R/ Mengganti cairan dan elektrolit secara adekuat dan cepat.

- Obat-obatan : (antisekresin, antispasmolitik, antibiotik)

R/ anti sekresi untuk menurunkan sekresi cairan dan elektrolit agar simbang, antispasmolitik untuk proses absorbsi normal, antibiotik sebagai anti bakteri berspektrum luas untuk menghambat endotoksin.

Diagnosa 2 : Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan tidak adekuatnya intake dan out put

Tujuan : setelah dilakukan tindakan perawatan selama dirumah di RS kebutuhan nutrisi terpenuhi

Kriteria : - Nafsu makan meningkat

-BB meningkat atau normal sesuai umur

Intervensi :

1) Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi, berlemak dan air terlalu panas atau dingin)

R/ Serat tinggi, lemak,air terlalu panas / dingin dapat merangsang mengiritasi lambung dan sluran usus.

2) Ciptakan lingkungan yang bersih, jauh dari bau yang tak sedap atau sampah, sajikan makanan dalam keadaan hangat

R/ situasi yang nyaman, rileks akan merangsang nafsu makan.

3) Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan

R/ Mengurangi pemakaian energi yang berlebihan

4) Monitor intake dan out put dalam 24 jam

R/ Mengetahui jumlah output dapat merencenakan jumlah makanan.

5) Kolaborasi dengan tim kesehtaan lain :

a. terapi gizi : Diet TKTP rendah serat, susu

b. obat-obatan atau vitamin ( A)

R/ Mengandung zat yang diperlukan , untuk proses pertumbuhan

Diagnosa 3 : Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi dampak sekunder dari diare

Tujuan : Stelah dilakukan tindakan perawatan selama 3x 24 jam tidak terjadi peningkatan suhu tubuh

Kriteria hasil : suhu tubuh dalam batas normal ( 36-37,5 C)

Tidak terdapat tanda infeksi (rubur, dolor, kalor, tumor, fungtio leasa)

Intervensi :

1) Monitor suhu tubuh setiap 2 jam

R/ Deteksi dini terjadinya perubahan abnormal fungsi tubuh ( adanya infeksi)

2) Berikan kompres hangat

R/ merangsang pusat pengatur panas untuk menurunkan produksi panas tubuh

3) Kolaborasi pemberian antipirektik

R/ Merangsang pusat pengatur panas di otak

Diagnosa 4 :Resiko gangguan integritas kulit perianal berhubungan dengan peningkatan frekwensi BAB (diare)

Tujuan : setelah dilakukan tindaka keperawtan selama di rumah sakit integritas kulit tidak terganggu

Kriteria hasil : - Tidak terjadi iritasi : kemerahan, lecet, kebersihan terjaga

- Keluarga mampu mendemontrasikan perawatan perianal dengan baik dan benar

Intervensi :

1) Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur

R/ Kebersihan mencegah perkembang biakan kuman

2) Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya)

R/ Mencegah terjadinya iritassi kulit yang tak diharapkan oleh karena kelebaban dan keasaman feces

3) Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam

R/ Melancarkan vaskularisasi, mengurangi penekanan yang lama sehingga tak terjadi iskemi dan iritasi .

Diagnosa 5 : Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasif

Tujuan : setelah dilakukan tindakan perawatan selama 3 x 24 jam, klien mampu beradaptasi

Kriteria hasil : Mau menerima tindakan perawatan, klien tampak tenang dan tidak rewel

Intervensi :

1) Libatkan keluarga dalam melakukan tindakan perawatan

R/ Pendekatan awal pada anak melalui ibu atau keluarga

2) Hindari persepsi yang salah pada perawat dan RS

R/ mengurangi rasa takut anak terhadap perawat dan lingkungan RS

3) Berikan pujian jika klien mau diberikan tindakan perawatan dan pengobatan

R/ menambah rasa percaya diri anak akan keberanian dan kemampuannya

4) Lakukan kontak sesering mungkin dan lakukan komunikasi baik verbal maupun non verbal (sentuhan, belaian dll)

R/ Kasih sayang serta pengenalan diri perawat akan menumbuhkan rasa aman pada klien.

5) Berikan mainan sebagai rangsang sensori anak

Daftar Pustaka

Bates. B, 1995. Pemeriksaan Fisik & Riwayat Kesehatan. Ed 2. EGC. Jakarta

Carpenitto.LJ. 2000. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Ed 6. EGC. Jakarta.

Lab/ UPF IKA, 1994. Pedoman Diagnosa dan Terapi . RSUD Dr. Soetomo. Surabaya.

Markum.AH. 1999. Ilmu Kesehatan Anak. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.

Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak sakit. EGC. Jakarta

Soetjiningsih, 1995. Tumbuh Kembang Anak. EGC. Jakarta

Suryanah,2000. Keperawatan Anak. EGC. Jakarta

Doengoes,2000. Asuhan Keperawatan Maternal/ Bayi. EGC. Jakarta

Jumat, 07 Mei 2010

Kenali Pemicu Mimpi Buruk


VIVAnews - Sebagian besar orang dewasa pernah mengalami mimpi buruk setidaknya satu kali dalam sebulan. Mimpi buruk ini terkadang membuat seseorang terbangun tiba-tiba, merasa pusing, lelah, dan tidur pun menjadi kurang berkualitas.

Penyebab mimpi buruk antara lain, konsumsi obat-obatan, gen yang tidak sempurna, penyakit saraf degeneratif seperti Alzheimer, dan peristiwa traumatis. Mimpu buruk juga mendera orang yang mengalami stres saat siang hari. Pada malam hari, emosi yang timbul karena stres siang hari, muncul dalam bentuk mimpi buruk.

Lalu, beberapa orang, terutama yang berkepribadian terbuka dan sensitif, mungkin memiliki batas tipis antara mimpi dan kenyataan. Sehingga, kejadian buruk saat siang hari bisa hadir saat malam hari dalam bentuk mimpi buruk.

"Mimpi buruk adalah mimpi yang bersifat disfungsional," kata Rosalind Cartwright, kepala pelayanan gangguan tidur dit Rush-Presbyterian - St. Luke's Medical Center, AS, seperti dikutip dari Best Health Mag.

Ketika Anda berusaha menenangkan perasaaan dan meredakan emosi negatif, otak pun memprosesnya. Emosi negatif yang berlebihan diproses, dan justru muncul saat Anda tidur melalui mimpi buruk. Jika Anda pernah berada dalam kecelakaan mobil yang buruk misalnya, Anda mungkin tidak dapat segera mengatasi rasa trauma dan emosi negatif yang muncul. Mimpi buruk pun akan mudah muncul.

Seperti Cartwright tulis dalam bukunya 'Crisis Dreaming', ia mengungkap kalau mimpi buruk adalah tangisan dalam bentuk lain. Terkadang mimpi buruk bisa membantu seseorang mencari resolusi untuk mengatasi masalah dan trauma yang dihadapinya. Tetapi, jika mimpi buruk dan tak kunjung hilang selama berhari-hari ada baiknya, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

BESENGEK SOETOMO BOLANG ke KRIAN (Rumah Kak ROS) 07/05/10


Hari ini adalah hari terakhir Ujian Tengah Semester bagi Mahasiswa Keperawatan Soetomo Surabaya. Tak terlebih kami para besengek soetomo semester 4, dapat mengikuti n menyelesaikan dengan baik. Dan dengan harapan mendapatkan hasil yang baik di semester ini. Itu semua tak terlepas atas rahmat-NYA , Usaha kami dan dukungan ORTU kami, serta kekompakan kami bersama teman-teman besengek dalam hal fotokopi soal-soal yang kita miliki. Hehehehehe,,,, minta maaf sebelumnya apabila ada yang gak dapet.

Sesuai rencana sebelumnya, kami (Dodot, Fajar, Oki, Rosa, Singgih, Neny, Ghofur, Dwi, Riza n’ Titin) setelah Ujian Tengah Semester ini ingin melanjutkan acara Besengek Bolang sekalian refreshing. Dan kali ini kami para besengek akan mengunjungi salah satu teman kami, yaitu Sanitya Y.R. yang biasa kami panggil kak Ros dengan sifat yang lugu, pendiem, tapi asyk juga anaknya dan lumayan perhatian pada kami semua meski terkadang suka bingung dengan sendirinya (hehehehe,,, peace kak Ros).

Dan kami akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Krian setelah Sholat Jumat’an, karena sebagian dari kami wajib menunaikannya. Pada sekitar pukul 13.00 kami berangkat dengan 5 kendaraan sepeda motor. Tetapi sebelumnya, kami menuju ke rumah Titin untuk kumpul bareng disana. Dalam perjalan ke rumah Titin, ada salah satu teman kita Yaitu Oki n Kak Ros dimana mereka dapat kendala yaitu sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami BAN BOCOR tepat pada daerah Kebraun (sory,,,ngek kita duluan.... hehehehehehehe....), dan untung saja mereka mendapatkan tempat tambal ban secepatnya. Karena jarak kami yang jauh, kami memutuskan menunggu mereka dan berteduh di rumah Titin menghindari teriknya panas matahari. Dan kami disambut dengan penuh ramah oleh keluarga Titin (makasih, ngek atas teh botolnya. Seger,,,euy!!!!!!).

Setelah teman kami (oki n’ kak Ros) sudah tiba di rumah Titin, Sekitar pukul 15.30 kami berangkat bersama. Dengan harapan besar kami sampai rumah Kak Ros dengan Selamat dan sehat wal’afiat. Dalam perjalanan kami menuju ke rumah Kak Ros berjalan dengan lancar, dan kami tiba di rumah kak Ros sekitar pukul 16.00 kurang. Dengan perasaan senang, kami memasuki rumah kak Ros. Dan seperti biasa setiba disana kami ciptakan selengekan kami yaitu canda tawa dengan gaya sindiran yang lucu dan mengoyakkan perut hingga ketawa terpingkal-pingkal (wkakakakakakakakakaaaa,,,,ngek..ngek!!!!!!).

Akhirnya atas pengertian Kak Ros pada kami semua, sampai-sampai membuatkan kami es sirup ala kak Ros, dan membelikan kami Bakso keliling di sekitar rumahnya. Nyam,,,nyam,,,nyam,,, lumayan kami tidak sengaja dapet traktiran dari kak Ros (makasih ya kak Ros!!!!). dan setelah makan kami melanjutkan canda tawa kami yang sudah melekat pada diri kami semua entah kapanpun dimanapun kami berada. Demi menjaga Peace, Love, Unity, respect n’ Fiendship dan mewujudkan SENANDUNG PERTEMANAN YANG TAK LEKANG OLEH ZAMAN. Selain itu, kami juga tidak lupa untuk sholat n aktifitas yang lain. Dan tidak lupa kami juga disajikan Es andalan kami yaitu Es Oyen (hahahahahahahahaha,,, makasih kak Ros!!! Sory uda ngrepoti!!!!! Mantul,,,dah!!!!!)

Dan setelah sholat maghrib kami memutuskan untuk pulang alias kembali ke SURABAYA. Sebelum fase terminasi, kami bersalaman dengan ibu kak Ros sekalian berpamitan untuk pulang. dengan senyum yang ramah ibu kak Ros merelakan n merestui kami pulang dengan harapan sampai ke rumah, kontrakan n kos kami dengan utuh, selamat dan sehat.

Akhirnya dengan perasaan senang atas bolang hari ini, kamipun pulang meninggalkan Kota Krian demi kembali ke Kota Surabaya. Dan kami semua bersyukur atas perlindungan-NYA, telah mengiringi perjalanan sampai ke rumah, kontrakan n kos dengan selamat. Kami seneng banget akhirnya sukses juga BESENGEK BOLANG kali ini (bisa melepaskan penat kami, setelah seminggu ini di depan hand out yang mematikan terus,,,hehehehehe). Meskipun ada diantara teman kami yang tidak ikut. Semoga di lain waktu n’ kesempatan mereka dapat meluangkan waktu untuk bolang bersama lagi. Dan untuk menutup hari ini, kamipun tidur bersama mimpi-mipi kami.

---Selamat malam n bobok buat besengek soetomo dimanapun kalian berada---